Memberi Itu Lebih Nikmat Daripada Menerima | Makna Hidup | SEO Blog DENI KUTA Pakar Anti Stres Memberi Itu Lebih Nikmat Daripada Menerima | Makna Hidup | SEO Blog DENI KUTA Pakar Anti Stres

Selasa, 23 September 2014

Memberi Itu Lebih Nikmat Daripada Menerima | Makna Hidup

Link Hidup Banyak cerita yang aku tulis tentang Makna Hidup di buku putihku tentang banyak hal dari pengalaman atau inpirasi hidup para sahabat or from other people experience, sayang jikalau tercecer di sepanjang perjalananku jika tak seorangpun bisa membacanya.

Cerita ini diawali ketik pada suatu sore yang cerah, aku berjalan bersama seorang sahabat karibku. Ketika itu aku melihat  topi butut di pematang sawah. Kami yakin topi butut  tersebut milik seorang buruh tani yang bekerja sebagai penggarap sawah.

Aku tergelitik keisengan jiwa mudaku seraya menengok sahabatku aku berkata, ''Mari kita sembunyikan topi bututnya, lalu kita bersembunyi di balik semak-semak dan melihat apa yang terjadi kemudian !.''

Sahabatku itu menjawab, ''Sobatku, kita tidak seharusnya bersenang-senang dan menari dengan mengorbankan orang miskin. engkau dapat melakukan sesuatu yang lebih baik, dan itu akan mendatangkan kesenangan besar dalam dirimu. Cara-nya adalah menyelipkan uang ke dalam topi bututnya. Setelah itu kita bersembunyi untuk melihat reaksi orang tersebut.''

 Pakar SEO Indonesia  Petani SEO

Dengan sadar dan sedikit penasaran aku  melakukan apa yang disarankan sahabatku, lalu kami bersembunyi di balik semak-semak.

Nah apakah sobat masih ingin membaca ending dari cerita ini atau malah  sudah bisa menebak cerita selanjutnya reaksi apa yang dilakukan penggarap sawah miskin itu? Baik saya teruskan .
                                                                     
Tak lama kemudian, si empunya topi butut itu keluar dari balik bukit rupanya ia baru saja selesai membersihkan cangkul di sungai dan bergegas mengambil topinya. Ketika dia memakaikan topi dikepalanya , ia merasakan ada benda yg mengganjal. Ia pun merogoh ke dalam topi. Ia nampak terkejut dan terheran karena ada uang dalam topinya.

Ia memegang sambil menatap uang tersebut, lalu melihat ke sekeliling apakah ada orang di sekitarnya. Akan tapi, ia tidak melihat seorang pun disana. Lalu ia memasukkan uang tersebut ke saku celana yang usang dan kotor oleh cipratan lumpur. Tiba-tiba Perasaan haru sambil menangis menguasainya, ia jatuh terduduk dan menengadah ke atas. Doa ucapan syukur terdengar jelas dari mulutnya. Ia berbicara mengenai istrinya yang sakit, serta anaknya yang kelaparan karena tak ada uang untuk membeli makanan sehari-hari , kemarau panjang telah membuatnya tak berdaya. Ia bersyukur atas kemurahan yang Tuhan berikan melalui orang yang ia tidak ketahui.

Melihat hal itu, tak terasa mataku berkaca-kaca,aku berpaling pada sahabatku seraya berkata dengan serak, ''Kau telah memberiku pelajaran yang tak kan kulupakan seumur hidupku. Kini aku mengerti bahwa Memberi Itu Lebih Nikmat Daripada Menerima.
Cara Ranking 1 di Google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar